Monday, October 28, 2013

Riwayat Peradaban (Part I)

Sejarah dunia adalah sejarah umat manusia di seluruh dunia, di semua wilayah di Bumi, dirunut dari era Paleolitikum (zaman batu tua). Berbeda dengan sejarah Bumi (yang mencakup sejarah geologi Bumi dan era sebelum keberadaan manusia), sejarah dunia terdiri dari kajian rekam arkeologi dan catatan tertulis, dari zaman kuno hingga saat ini. Pencatatan sejarah dimulai sejak aksara dan sistem tulisan diciptakan, tetapi asal mula peradaban bertolak dari periode sebelum penciptaan tulisan, atau zaman prasejarah. Prasejarah dimulai dari Era Paleolitik ("Zaman Batu Awal"), diikuti dengan Era Neolitik (Zaman Batu Muda) dan Revolusi Pertanian (antara 8000-5000 SM) di kawasan Hilal Subur. Revolusi tersebut merupakan titik perubahan besar dalam sejarah umat manusia karena sejak masa itu mereka telah mampu membudidayakan tumbuhan dan hewan. Seiring dengan perkembangan pertanian, gaya hidup nomaden berubah menjadi hidup menetap sebagai petani. Kemajuan pertanian mengakibatkan pembagian strata pekerja dalam usaha panen. Strata pekerja menyebabkan munculnya strata masyarakat dan perkembangan kota-kota. Banyak kota kuno berkembang di tepi-tepi kumpulan air (danau dan sungai) yang dapat menyokong kehidupan. Pada masa 3000 tahun SM, telah muncul peradaban di lembah Mesopotamia (dataran di antara sungai Tigris dan Efrat) di Timur Tengah, di tepi Sungai Nil, Mesir, dan di lembah Sungai Indus. Selain itu peradaban juga muncul di lembah Sungai Kuning. Di tempat-tempat perkembangan peradaban kuno, pertumbuhan masyarakat yang semakin kompleks menyebabkan penciptaan aksara untuk mempermudah usaha administrasi dan niaga.
Sejarah Dunia Lama (khususnya Eropa dan Mediterania) umumnya terbagi menjadi Abad Kuno, yang terhitung dari zaman sebelum 476 Masehi; Abad Pertengahan, dari abad ke-5 hingga abad ke-15, meliputi Zaman Kejayaan Islam (sekitar 750 M hingga sekitar 1258 M) dan Zaman Renaisans Eropa Awal (bermula sekitar 1300 M); Abad Modern Awal, dari abad ke-15 sampai akhir abad ke-18, mencakup Abad Pencerahan; dan Abad Modern Akhir, dari masa Revolusi Industri hingga sekarang, termasuk sejarah kontemporer. Dalam sejarah Eropa Barat, "Kejatuhan Roma" tahun 476 M umumnya dipandang sebagai penanda akhir Zaman Kuno dan permulaan Abad Pertengahan. Sebaliknya, di Eropa Timur terjadi transisi dari Kekaisaran Romawi menjadi Kekaisaran Bizantium, yang tidak runtuh sampai berabad-abad kemudian. Pada pertengahan abad ke-15, teknik cetak modern yang ditemukan Johannes Gutenberg merevolusi metode komunikasi, berperan dalam mengakhiri Abad Pertengahan dan menjadi perintis dalam Revolusi Ilmiah. Pada abad ke-18, akumulasi pengetahuan dan teknologi khususnya di Eropa telah mencapai massa genting yang menuju kepada Revolusi Industri.
Di tempat lain, meliputi Timur Dekat Kuno, Cina Kuno, dan India Kuno, terjadi rentang sejarah berbeda-beda. Pada abad ke-18, karena perdagangan internasional dan kolonisasi yang ekstensif, sejarah berbagai peradaban menjadi terjalin secara signifikan. Dalam waktu sekitar seperempat milenium, angka pertumbuhan jumlah penduduk, pengetahuan, teknologi, perekonomian, tingkat kerugian senjata, dan kerusakan lingkungan meningkat drastis, mendatangkan risiko bagi kelayakhunian Bumi.

Bersambung....

Wednesday, October 23, 2013

MUSEUM

(Pengertian, Fungsi, Tujuan, Manfaat, dan Hubungannya dengan Arkeologi)
Oleh Peniel Chandra

1.    Pengertian Museum
Secara etimologis, museum berasal dari kata Yunani, mouseion, yang sebenarnya merujuk kepada nama kuil untuk sembilan Dewi Muses, anak-anak Dewa Zeus yang melambangkan ilmu dan kesenian. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V, museum adalah gedung yang digunakan sebagai tempat untuk pameran tetap benda-benda yang patut mendapat perhatian umum, seperti benda peninggalan sejarah, seni, dan ilmu.
Museum yang baik memerlukan pengelolaan yang baik pula (Direktorat Museum, 2008:5), untuk itu, memang dibutuhkan perhatian khusus dalam pengelolaan museum sehingga jangan sampai museum hanya dijadikan “pajangan” semata, melainkan ditempatkan sebagai salah satu sumber ilmu dan kesenian, sesuai dengan pengertiannya yang telah disinggung diatas.
Adapun Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 1995 tentang Pemeliharaan dan Pemanfaatan Benda Cagar Budaya di Museum, mendefinisikan museum sebagai lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan dan pemanfaatan benda-benda bukti material hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.

2.    Fungsi Museum
Museum memiliki dua fungsi besar yaitu sebagai tempat pelestarian dan sumber informasi benda budaya dan alam (Direktorat Museum, 2008:16).

a.    Sebagai tempat pelestarian, memiliki kewajiban untuk melakukan:
·       Penyimpanan, meliputi kegiatan pengumpulan benda koleksi, pencatatan koleksi, dan penataan koleksi;
·       Perawatan, meliputi kegiatan perawatan untuk mencegah dan menanggulangi keruskan koleksi yang dilakukan oleh tenaga ahli; dan
·       Pengamanan, meliputi kegiatan perlindungan untuk menjaga koleksi dari gangguan atau kerusakan yang disebabkan oleh faktor alam atau ulah manusia.

b.    Sebagai sumber informasi, memiliki kewajiban untuk melakukan:
·      Penelitian, dilakukan untuk pengembangan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
·      Penyajian, dengan memperhatikan aspek pelestarian dan pengamanannya.

3.    Tujuan Museum
Secara umum, tujuan pendirian museum adalah sebagai sarana pendidikan dan rekreasi. Sesuai dengan pengertian museum sebagai tempat penyimpanan benda-benda yang memiliki nilai edukatif, maka museum layak untuk menjadi media belajar dan sumber ilmu. Disisi lain, museum juga sebagai sarana rekreasi yang menjadi daya tarik pengunjung suatu daerah.
Perhatian utama museum adalah melindungi objek yang pamerkan. Tujuan museum juga menjadi salah satu media untuk melestarikan benda-benda bersejarah, hal ini sangat terkait dengan pemeliharaan benda cagar budaya dalam rangka pengembangan kebudayaan. Selain itu juga, pihak museum juga memiliki tugas untuk mengumpulkan, melakukan penelitian, dan mempublikasikan objek museum, seperti cagar budaya.

4.    Manfaat Museum
Manfaat dari adanya museum sangat banyak, tergantung dari pemahaman para pengunjung tentang museum. Manfaat museum sangat terkait dengan tujuan museum itu sendiri. Salah satunya adalah sumber informasi dan ilmu pengetahuan. Manfaat yang didapatkan ialah bertambahnya informasi bagi para pengunjung, sebagai referensi yang dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh pengunjung tersebut dimana saja.
Museum, seperti yang kita ketahui memang biasanya berisikan tentang sejarah dan menceritakan mengenai perjalanan sesuatu hal. Pergi ke museum dan mengamati langsung benda-benda yang berkaitan langsung dengan sejarah, akan terasa lebih berbeda dibandingkan dengan hanya mendengarkan cerita atau sekedar membaca buku tentang sejarah tersebut.
Manfaat museum memang tidak sekedar untuk memperlihatkan bagaimana perjalanan sebuah sejarah. Lebih dari itu, museum bisa menjadi sarana rekreasi yang seru dan sebagai media edukasi yang menarik. Dengan ke museum, kita menghargai dan mencintai kehidupan baik masa lalu dan masa kini. Hal tersebut bisa menjadi pelajaran untuknya agar bisa menjalani hidup lebih baik lagi.

5.    Hubungan Museum dengan Arkeologi
Arkeologi adalah suatu bidang studi yang fokus mengkaji seputar hasil kebudayaan bendawi/ hasil kebudayaan berupa benda dan juga berhubungan dengan menindaklanjuti hasil-hasil kebudayaan tersebut. Tujuan arkeologi itu sendiri adalah rekonstruksi sejarah, memahami pola tingkah laku manusia, dan menjelaskan proses budaya.
Berdasarkan fungsi, tujuan, dan manfaat yang telah dijelaskan diatas, maka bisa ditarik garis penghubung antara arkeologi dengan permuseuman. Salah satu relevansi museum terhadap arkeolog adalah sebagai sumber informasi/referensi sejarah, budaya, dan semua yang berhubungan dengan objek studi arkeologi.
Selain itu, arkeolog juga memiliki peran dan tanggung jawab terhadap perlestarian BCB yang juga merupakan objek penelitian arkeologis. BCB juga merupakan bukti peradaban dan juga bisa menjadi bukti pola tingkah laku dan proses budaya yang terjadi dalam masyarakat di masa yang lampau sesuai dengan tujuan arkeologi itu sendiri.




DAFTAR PUSTAKA

Collia Suzuki, Gina. 2010. What is The Purpose of a Museum?. (www.ginacolliasuzuki.com; Akses di Makassar, 22 Oktober 2013; Pukul 13.22 WITA)
Direktorat Museum. 2008. Pedoman Museum Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata
Melindacare. 2012. Manfaat Museum. (www.melindahospital.com; Akses di Makassar, 22 Oktober 2013; Pukul 15.18 WITA)
Pusat Bahasa. 2012. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi IV. Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Trueno. 2009. Pengertian Musium. (techonly13.wordpress.com; Akses di Makassar, 23 Oktober 2013; Pukul 13.25 WITA)
Yogaswara, Wawan. 2006. Bagaimana Mendirikan Sebuah Museum. (www.budpar.go.id; Akses di Makassar, 23 Oktober 2013; Pukul 13.15 WITA)